Pencarian Jawaban Atas Hidup dan Mati

WAKTU kumpulan cerpen Godlob aku baca di masa remaja, orang belum menyebut karya Danarto sebagai realisme magis, seperti yang disesumbarkan oleh penerbit Banana di sampul belakang buku ini. Kira-kira orang masih menyebut Danarto itu pengarang cerita ajaib. Dan oleh orang-orang yang lebih tua, termasuk oleh Pak Gunawan guru Sastra-ku, Danarto lewat Godlob dianggap puncak tertinggi penulis cerpen masa itu. Kehebatan Danarto dalam setiap cerpennya adalah tingginya keliaran imajinasi, punya kejutan dahsyat yang berlompatan dari realita awal cerita yang datang seperti hantu, tak terduga datangnya.

Tapi baiklah aku telan dulu sebutan 'pelopor sastra realisme magis' yang ternyata pemberian Akmal Nassery dari Koran Tempo itu pada Danarto lewat kumpulan cerpen Kacapiring ini. Karena realisme magis disebut-sebut, mau tidak mau aku harus menyebutkan dua orang sastrawan yang juga mengusung tema serupa: Gabriel Garcia Marquez dan Ben Okri. Dua-duanya pengarang favoritku. Soal itu di akhir nanti dibahas lagi.


Kumpulan Kacapiring dibuka Danarto dengan sebuah cerita berjudul "Jantung Hati". Isinya tentang seorang laki-laki yang mendadak mati kena serangan jantung ketika sedang mengejar teroris. Saat mati, ia bertemu dengan malaikat Izrail, tapi kemudian tercerahkan ketika mendapati bahwa ternyata kematian itu sangat indah dan tidak mengerikan.

Lalu mengalirlah cerita-cerita lain yang tak kalah ajaib, seperti "Lailatul Qadar" tentang perjalanan mudik keluarga arsitek yang sedang terkena macet, tiba-tiba melihat ada jalan kosong yang tak dilihat oleh orang lain, sehingga mereka bisa berlebaran dengan selamat di kampung halaman.

Makin lama, cerita dalam kumpulan ini makin menarik. "Lauk dari Langit" misalnya, menceritakan satu keluarga petani miskin yang tinggal di atas bukit tak bertuan. Tiba-tiba di satu pagi, mereka mendapat karunia hujan ikan dari langit. Begitu banyaknya, sampai-sampai mereka kebingungan hendak diapakan ikan-ikan tersebut. Saat mereka punya ide untuk menjual saja ikan-ikan itu ke pasar dan kemudian ayah dan anak itu membawa ikan itu ke kota, mereka terkejut luar biasa, melihat di bibir bukit bahwa kota mereka telah musnah dan mayat-mayat telah bergelimpangan.

Membaca cerita ini, sodoran realitanya jelas adalah Aceh saat digempur tsunami. Ada 2 cerita lain yang berangkat dari realita tsunami Aceh: "Nistagmus" dan "Pohon yang Satu itu".

Cerita "Nistagmus" paling aku suka karena karakter tokohnya yang aneh: ia seorang penulis obituari. Sedang nistagmus sendiri artinya 'gerakan mata yang cepat tanpa disengaja, di luar kemauan. Ini juga salah satu ciri khas Danarto karena suka memberi judul yang asing dan aneh. Godlob itu juga aneh dan asing kan?

Yang menarik di ujung kumpulan ada cerpen berjudul "Alhamdulilah Masih Ada Dangdut dan Mie Instant." Di cerpen ini, Danarto mendongeng tentang Slamet yang jatuh bangun hidupnya mulai dari sebelum kemerdekaan hingga masuk ke zaman reformasi. Lewat Slamet, Danarto memberi catatan dan kritik kepada pemerintah yang kerap menindas rakyatnya dengan mengatasnamakan kepentingan negara.

Garis merah kumpulan cerpen Godlob adalah pencarian akan Tuhan, lewat serempetan sufisme Jawa. Sedang Kacapiring adalah pencarian jawaban atas hidup dan mati. Bagi Danarto, hidup adalah sebuah pertanyaan yang panjang. Sedang kematian sudah jelas: indah dan tidak mengerikan.

Lalu soal 'realisme magis'-nya, pada akhirnya aku pikir memang tidak berlebihan disematkan pada Danarto. Realisme cerita Danarto di kumpulan cerpennya memang makin lama makin kuat dibanding cerpen-cerpen terdahulunya. Sementara kekuatan magisnya selalu menjadi unsur pengejut yang tak bisa diduga --yang sayang bila dibandingkan dengan Ben Okri dan Gabriel Garcia Marquez, magis-nya Danarto masih kalah liar dan binal. Namun biar bagaimana, aku tetap menyukai kumpulannya yang ini.

DETIL BUKU
Kacapiring: Kumpulan Cerpen
karya Danarto

Terbit Juni 2008 oleh Banana Publisher
Binding: Paperback
ISBN: - (isbn13: 9789791299022)
Tebal: 160 halaman

Rating: 4/5.

0 balasan:

Poskan Komentar

 
Konten blog Fans Berat Buku bersifat personal.
Template Blogger Theme dari BloggerThemes Desain oleh WPThemesCreator