Bahayanya Masyarakat Totalitarian

1984
Karya George Orwell

Terbit 2003 oleh Bentang (PT Bentang Pustaka) | Cetakan pertama 1949 | Binding: Paperback | ISBN: 9793062339 (isbn13: 9789793062334) | Halaman: 585 | Karakter: Winston Smith, Julia, O'brien | Setting: United Kingdom

Diterjemahkan dari Nineteen Eighty-Four, Penguin Books, Middlesex, 1982
Translator: Landung Simatupang

1984 merupakan satu novel terbaik Orwell dan menjadi salah satu novel yang mengangkat isu: bahayanya masyarakat totalitarian. Jika istilah totalitarian sulit dibayangkan, bayangkanlah kediktatoran. Di Spanyol, Jerman, Soviet, Orwell sudah menyaksikan bahayanya kewenangan politik mutlak.

1984 merupakan novel yang mengangkat masyarakat utopia secara negatif atau istilahnya distopian. Tak seperti novel utopian, yang mengangkat tentang masyarkaat yang sempurna, model cerita distopian kebalikannya: ia menggambarkan keburukan masyarakat dalam upaya untuk meyakinkan pembaca jangan sampai ada degradasi masyarakat seperti itu.

Fakta bahwa novel ini ditulis tahun 1949, di awal jaman nuklir dan sebelum televisi/video dan menjadikan novel 1984 ini seperti sebuah novel visioner.... tentang masyarakat yang akan muncul 35 tahun kemudian. Visi ini muncul setelah ia melihat gelagat apa yang terjadi di Jerman dan Cina.

Meskipun ditulis tahun 1949, buatku 1984 itu tetap penting untuk alarm bahwa sifat alami pemerintahan yang otoritarian, baik itu pemerintahan kiri ataupun kanan, akan mampu memanipulasi segala hal dan mengontrol orang sedemikian rupa sehingga tidak tahu lagi mana yang benar. Suatu hal yang sempat kupikir terjadi di negeri ini, ketika setiap orang takut mengucapkan yang buruk karena bisa tiba-tiba diculik dan dibungkam.

Suatu hal yang tidak kuinginkan terjadi di negara manapun...

0 balasan:

Poskan Komentar

 
Konten blog Fans Berat Buku bersifat personal.
Template Blogger Theme dari BloggerThemes Desain oleh WPThemesCreator