Penelusuran Sejarah Asal Nama Malioboro & Yogya

APAKAH nama Malioboro itu benar-benar berasal nama bangsawan Inggris, John Churchill, yang mendapat gelar First Duke of Marlborough (1650 -1722)? Apakah nama Yogyakarta merupakan peluruhan dari kota Ayodhya yang ada dalam kitab Ramayana?

Buku tipis setebal 110 halaman ini memuat 3 argumentasi dari Indonesianis ternama: Dr. Peter Carey yang mempunyai reputasi sebagai sejarawan peneliti Pangeran Diponegoro, Dr. Jacobus Noorduyn sebagai ahli bahasa, dan MC Ricklefs yang dikenal sebagai ahli tentang Jawa. Pokok perkaranya adalah menjawab asal-usul nama Malioboro dan Yogyakarta.

Apa argumentasinya?



Pertama, tentang asal-usul nama Malioboro. Peter Carey mencoba membangun bantahan bahwa nama Malioboro diabadikan dari nama bangsawan Inggris terkenal Duke of Marlborough, dengan argumentasi:

1/ periode pemerintahan Inggris di Indonesia tidak lama,

2/ janggal memberi nama jalan sepenting jalan kerajaan berdasar nama orang yang menjajah,

3/ Inggris tidak sepenting itu bagi kerajaan Mataram.

Maka Peter Carey mencoba menafsir nama malioboro dari sumber lain. Ia berargumen nama tersebut diadopsi dari bahasa Sansekerta “malyabhara”. Istilah Sansekerta “malya” ( untaian bunga ), “malyakarma” ( merawat untaian bunga ), “malyabharin” (menyandang untaian bunga) menurut Peter Carey dapat ditemukan dalam kisah Jawa kuno. Ketiganya bisa dicari dalam kitab Ramayana abad ke-9, kitab Adiparwa dan Wirathaparwa abad ke-10, dan Parthawijaya abad ke-14.

Argumentasi Peter Carey ini dibantah oleh Jacobus Noordyun dengan cara sederhana: kutipan Ramayana yang dijadikan dasar argumen Peter Carey bukanlah Ramayana yang berasal dari Jawa Kuno, melainkan versi Walmiki. Jadi itu sebabnya, tidak ada istilah “malyabhara” dalam sansekerta Jawa Kuno. Meskipun demikian, Noordyun menandaskan kreativitas menggabungkan dua kata “malya” dan “bhara” menjadi satu arti baru bisa saja terjadi, meskipun tidak ada bukti tertulis.

Asal Usul Nama Yogyakarta Malioboro, Komunitas Bambu 2015
Kedua, tentang asal-usul nama Yogyakarta. Peter Carey membunyikan lagi argumentasi Tichelaar bahwa kata Yogya dipengaruhi oleh nama kota Ayodhya, tempat kediaman Sri Rama dalam Ramayana. Ia menuliskan argumennya pada tahun 1976 di jurnal Archipel. Atas argumentasi ini, Noordyun menanggapinya 4 tahun kemudian, tahun 1980 di jurnal yang sama. Noordyun mencoba melandaskan argumennya pada catatan-catatan yang ada sebelum tahun 1755 ketika kerajaan Mataram pecah menjadi dua lewat perjanjian Giyanti. Ia menemukan bahwa catatan tentang tempat bernama Yogya atau Ayogya sudah muncul pada catatan tahun 1743. Bahkan ada catatan yang lebih tua lagi yang bila ditelusur bisa menjelaskan nama yang dipakai sebelum menjadi Yogya atau Ayogya yaitu Garjitawati. Dalam temuan Noordyun, Yogya atau Ayogya telah lama dikenal sebagai pesanggrahan, tempat peristirahatan untuk berburu/berkemah di dalam hutan. Sehingga meskipun upaya mengaitkan kota Yogya dengan Ayodha terkesan cocok, pada dasarnya tidak ada bukti.

Ricklefs semakin menandaskan fakta ini dengan memberi petunjuk, penamaan Garjitawati menjadi Yogya atau Ayogya terjadi pada masa Amangkurat II. Lalu apa artinya? Ternyata masih bisa dicari dari kosa kata Jawa modern: Yogya atau Ayogya berarti “layak, sesuai”. Jadi bisa dikesampingkan arti-arti lain yang terlalu dibuat-buat.

Buku yang terbit Januari 2015 ini tepat dibaca bagi pembaca dan warga Yogya yang belum lama ini disodori city branding “Jogja Istimewa” agar tidak keliru dalam memaknai kota tempat mereka tinggal.


Detil buku:

Judul: Asal Usul Nama Yogyakarta & Malioboro
Karya Peter Carey, Jacobus (Koos) Noorduyn, dan M.C. Ricklefs
Terbit: Januari 2015
Penerjemah : Gatot Triwira
Penerbit : Komunitas Bambu
ISBN : 978-602-9402-62-9
Tebal : 110 halaman
Rating: 5/5

0 balasan:

Poskan Komentar

 
Konten blog Fans Berat Buku bersifat personal.
Template Blogger Theme dari BloggerThemes Desain oleh WPThemesCreator