Orang Jawa yang Berbeda

Rumah Panggung
karya Linus Suryadi AG

Terbit 1988 oleh Penerbit Nusa Indah | Binding: Paperback | ISBN: - | Halaman: 160

ORANG Jawa yang satu ini berbeda.

Pertama, Linus berbeda atas kelincahannya mengusung Pariyem ke derajat sastra yang dibicarakan orang. Bukan saja soal teknis dari gaya yang ditulis prosa liris, tetapi keberanian mengangkat tema seorang babu yang hidup di keluarga ningrat/priyayi.

Kedua, Linus berbeda karena ia tidak kenal kata 'minder' dengan orang bule.

Nah, mengenai perbedaan yang kedua ini bisa ditemui dalam 108 puisi-puisi Linus yang terkumpul dalam buku puisi berjudul Rumah Panggung ini. Orang bule yang kumaksud adalah gadis bernama Stephanie yang menurut penuturan Bakdi Soemanto dalam pengantar kumpulan puisi ini adalah gadis Amerika yang dikenal Linus dan bahkan mereka berjalan-jalan sampai ke Bali.

Linus tidak minder. Linus fasih mengemukakan apa yang jadi pikirannya. Ini seperti pertemuan Barat dan Timur, dengan Stephanie sebagai duta besar pikiran Barat dan Linus sebagai duta besar perasaan dan pikiran Timur. Pertemuan keduanya tidak menimbulkan konflik, tetapi menimbulkan kesepakatan bahwa keduanya berbeda atas apa yang mereka alami. Simak puisi "Dari Ulu Watu" ini.

Bagiku dia tak lebih dari gubuk tua
Bagimu dia tak lebih eksotisme purba
Tapi senja kapan hari kita ke sana
Tercitra matahari kembar di cakrawala


Puisi ini cuma salah satu dari sekian puisi yang dituliskannya bagai sebuah gambaran pertemuan Barat dan Timur tadi.

"Kuta"

Bagimu dia arena mandi yang menggairahkan
Bagiku dia pemandangan yang lapar korban
Baginya kraton Dewa dan abu maut dilabuhkan
Tapi bagi siapa dia lambang dan suka kehidupan?

Karena itu aku berani hanya mandi di tepian
dalam bayangan hiu, paus dan 1000 teripang
Siap mencaplok dan lenyap ke dasar kegelapan
Tapi bagimu, Cucu Odysseus, lautan menantang


Begitulah Linus mengatakan Stephanie sebagai orang yang bertentangan pikir dengannya dan merupakan cucu dari Odysseus dewa lautan Yunani, yang berarti dia tidak seperti Linus yang cuma berani mandi di pinggir laut, tetapi malah berenang sampai ke tengah. Dan yang aku suka, tidak ada keminderan di dalamnya. Semua berderajat sama.

Andai lebih banyak orang Jawa macam Linus

5/5

0 balasan:

Poskan Komentar

 
Konten blog Fans Berat Buku bersifat personal.
Template Blogger Theme dari BloggerThemes Desain oleh WPThemesCreator