Membaca Ivan Denisovitch, Berpisah pada Solzhenitsyn

Sehari Dalam Hidup Ivan Denisovich
Karya Alexander I. Solzhenitsyn

Terbit 1976 oleh Pustaka Jaya | Cetakan pertama: 1962 | Binding: Paperback | Halaman: 142 | Karakter: Shukov, Tyurin, Tsezar, Fetyukov, Alyoskha, Pavlo, Kolya | Setting: Penjara Siberia, Rusia, musim dingin, 1951

Diterjemahkan dari One Day in the Life of Ivan Denisovich, Max Hayward & Ronald Hingley (English translation). Translator: Gayus Siagian


SAAT kematian menjemput Alexander Isayevich Solzhenitsyn pada usia 89 tahun, ingatanku melayang pada buku ini. Buku tipis cetakan pertama 1976 dari penerbit Pustaka Jaya yang berjudul asli Odin den' Ivana Denisovitcha.

Sejak diterbitkan buku Solzhenitsyn pada tahun 1962 atas izin Nikita Khrushchev pengganti Stalin, novel pendek yang mendeskripsikan kisahan sehari dari 3.653 hari yang harus dijalani seorang tahanan bernama Shukov dalam kamp kerja paksa Gulag (periode Stalin pada tahun 1951) ini membawa perubahan besar di Soviet. Bahkan ketika dilarang, buku ini beredar dalam bentuk fotokopi atau salinan tangan yang disebut "samidzat" dan diedarkan diam-diam meluas ke seluruh masyarakat.

Bagi orang Rusia, Solzhenitsyn (dan karya-karyanya) adalah sebuah contoh ikon perlawanan. Seperti jutaan lainnya, Solzhenitsyn hidup pada waktu-waktu yang keras. Dia bicara soal orang-orang yang punya pengalaman berat itu, tetapi tidak putus asa. Meski dipenjara, Shukov tidak lantas putus asa... ia tetap penuh harapan.

Begitu berpengaruhnya novel ini sampai Mikhail Gorbachev berkomentar Solzhenitsyn-lah orang yang telah membantu mengenyahkan Stalinisme dengan mengubah cara pandang jutaan orang lewat tulisan-tulisannya soal rezim yang tidak manusiawi. Demokrasi di Rusia adalah buah usahanya yang tak kenal lelah.

Komentar itu pantas didapatkannya, apalagi mengingat Solzhenitsyn pernah menerima Nobel Kesusastraan tahun 1970. Namun, dia menolak ke Swedia untuk menerima hadiah itu karena takut dilarang kembali lagi ke Soviet.

Solzhenitsyn lantas merampungkan buku soal potret kamp kerja paksa, The Gulag Archipelago yang menyajikan informasi dari 227 mantan tahanan di sana. Manuskrip buku ini diketahui Kremlin. Bos dinas rahasia KGB, Yury Andropov, pada tahun 1974 mengusir Solzhenitsyn. Dia melewatkan waktu sebentar di Swiss sebelum ke Vermont, AS. Di sebuah dusun yang terpencil, dia menghasilkan Red Wheel sebuah fiksi sejarah yang memunculkan revolusi Soviet.

Aku baru mendapat First Circle terbit tahun 1968, sebuah novel tentang peneliti ilmiah yang dilema antara mematuhi otoritas atau mengejar kebenaran. Aku berharap satu kali bisa membaca Gulag Archipelago yang katanya baru bisa terbit tahun 1989 di bawah pemerintahan Gorbachev.

Solzhenitsyn, selamat jalan.

0 balasan:

Poskan Komentar

 
Konten blog Fans Berat Buku bersifat personal.
Template Blogger Theme dari BloggerThemes Desain oleh WPThemesCreator